Sabun Eksperimen #1

Kenapa aku tertarik untuk mencoba membuat sabun sendiri, padahal, banyak sekali sabun beredar, dari yang murah 700 perak, sampe yang mahal, belasan ribu/ batang di toko-toko, ga pake ribet lagi..

Hmmm, ternyata sabun yang beredar tuh menggunakan bahan dasar LAS alias deterjen, wewwww, mandi aja sekalian pake sabun pel, apa bedanya??? Ga mau kan…
Selain itu, gliserin yang timbul akibat proses pencampuran alkali dengan minyak, dah dibawa kabur sama produsen sabun untuk dijual terpisah (mahal bow..). Padahal gliserin tuh pelembab yang bagus banget looh, ada yang bilang, setelah kita pakai sabun homemade ini, ga perlu lagi pake lotion, hemat dan praktis kan..

So, setelah survey sana-sini, action dwoong.. supaya ga rugi, ya pake aja minyak jelantah dulu, oceh, ocehhh..

Rabu, 12.05.2010

RESEP :
16 g NaOH
15 g Air (air suling lebih baik, jika tdk ada, AMDK saja)
455 g Minyak Goreng-Jelantah
s/d 14 g Additif (parfum dan atau pewarna. di sini aku cuma masukkan 3g parfum wangi lemon dan
kurleb 3 g pewarna hijau)

CARA :

1. NaOH dimasukkan ke dalam air (BUKAN SEBALIKNYA-BAHAYA!) aduk sampai larut, tunggu sampai mendingin dari kurleb 90oC menjadi 60oC.

2. Masukkan ke dalam minyak yang sudah dihangatkan kurleb sama dengan campuran NaOH+H2O

3. Karena adanya cuma mixer (katanya lebih cepat kalau pakai stick blender, hanya 30 detik saja) di mix sekitar 30 menitan, campuranku masih agak encer, sudah mulai berjejak sih, tapi masih tipisss, harusnya sih seperti kocokan telur+gula dalam pembuatan cake, memutih dan berjejak aka TRACE.

4.Dituang ke dalam cetakan silikon tanpa lapisan ataupun olesan minyak. Ditutup plastik dan tunggu sampai besok.

Kamis, 13.5.2010

1. Plastik penutup cetakan dibuka, HOREEE!! berhasil mengeras. Kalau tidak ditutup dan proses pencampuran kurang bagus, akan timbul kerak diermukaan i.e. Soda Ash.
Thank God, padahal hasil campuran ga seperti gambar2 di internet, tapi ternyata ga timbul soda ash juga, which is make yours UGLY, not poisonous, just ugly, wkwkwk..
dannnnn.. walau percobaan ini memakai minyak jelantah, tapi ga ada jejak bau ayam kuning ataupun bawang gorengnya deh benerannnnđŸ™‚

2. Karena cetakan tidak dilapis dan atau dioles, kudu tuh (next time deh, kan dah beli carlo 1/2 kg 10rb di TBK Aroma, VMM) supaya adonan (kue kaleeee), ga susah dikeluarin.

3. Dipotong2 jadi 6, dan ditaruh di tempat sejuk dan kering untuk proses selanjutnya yaitu CURING. Jadi masih harus tunggu selama 4 s/d 6 minggu lagi, YAY!!
Sisa dari cetakan aku pakai untuk cuci tangan, berbusa, tapi ga sebanyak deterjen.

Jumat, 14.05.2010

1. Setelah 48 jam proses saponifikasi mencaai 99% selesai, sabun sudah bisa dipakai. Asalkan NaOH atau KOH sesuai resep atau prosentase maka pH akan berada dikisaran 8-11, sama seperti sabun-sabun yang beredar di toko dan supermarket, tapi kalau mau lebih pasti, ya harus menggunakan kertas litmus.

2. Proses CURING memakan waktu 4-6 minggu, karena kalau tidak kering, ya sabunnya ga akan awet GEH..
Ada sih short cut untuk menyingkat waktu menjadi 2 minggu, dengan cara WATER DISCOUNT, jiahh.. bukan cuman dept. store aja yang bisa ngasih diskon kan..
tapi aku ga ceritain dulu ya, karena ilmunya belum sampe situ, jehhhhh ;p

sumber : survey internet cuuuyyy…

This entry was posted in Belajar Sabun and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s